Rabu, 30 Mei 2012

JEJAK ISLAM DI NEGERI CINA


"Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri Cina," begitu kata petuah Arab. Jauh sebelum ajaran Islam diturunkan Allah SWT, bangsa Cina memang telah mencapai peradaban yang amat tinggi. Kala itu, masyarakat Negeri Tirai Bambu sudah menguasai beragam khazanah kekayaan ilmu pengetahuan dan peradaban.

Tak bisa dipungkiri bahwa umat Islam juga banyak menyerap ilmu pengetahuan serta peradaban dari negeri ini. Beberapa contohnya antara lain, ilmu ketabiban, kertas, serta bubuk mesiu. Kehebatan dan tingginya peradaban masyarakat Cina ternyata sudah terdengar di negeri Arab sebelum tahun 500 M.

Sejak itu, para saudagar dan pelaut dari Arab membina hubungan dagang dengan `Middle Kingdom' - julukan Cina. Untuk bisa berkongsi dengan para saudagar Cina, para pelaut dan saudagar Arab dengan gagah berani mengarungi ganasnya samudera. Mereka `angkat layar' dari Basra di Teluk Arab dan kota Siraf di Teluk Persia menuju lautan Samudera Hindia.

Sebelum sampai ke daratan Cina, para pelaut dan saudagar Arab melintasi Srilanka dan mengarahkan kapalnya ke Selat Malaka. Setelah itu, mereka berlego jangkar di pelabuhan Guangzhou atau orang Arab menyebutnya Khanfu. Guangzhou merupakan pusat perdagangan dan pelabuhan tertua di Cina. Sejak itu banyak orang Arab yang menetap di Cina.

Ketika Islam sudah berkembang dan Rasulullah SAW mendirikan pemerintahan di Madinah, di seberang lautan Cina tengah memasuki periode penyatuan dan pertahanan. Menurut catatan sejarah awal Cina, masyarakat Tiongkok pun sudah mengetahui adanya agama Islam di Timur Tengah. Mereka menyebut pemerintahan Rasulullah SAW sebagai Al-Madinah.

Orang Cina mengenal Islam dengan sebutan Yisilan Jiao yang berarti 'agama yang murni'. Masyarakat Tiongkok menyebut Makkah sebagai tempat kelahiran 'Buddha Ma-hia-wu' (Nabi Muhammad SAW). Terdapat beberapa versi hikayat tentang awal mula Islam bersemi di dataran Cina. Versi pertama menyebutkan, ajaran Islam pertama kali tiba di Cina dibawa para sahabat Rasul yang hijrah ke al-Habasha Abyssinia (Ethopia). Sahabat Nabi hijrah ke Ethopia untuk menghindari kemarahan dan amuk massa kaum Quraish jahiliyah. Mereka antara lain; Ruqayyah, anak perempuan Nabi; Usman bin Affan, suami Ruqayyah; Sa'ad bin Abi Waqqas, paman Rasulullah SAW; dan sejumlah sahabat lainnya.

Para sahabat yang hijrah ke Etopia itu mendapat perlindungan dari Raja Atsmaha Negus di kota Axum. Banyak sahabat yang memilih menetap dan tak kembali ke tanah Arab. Konon, mereka inilah yang kemudian berlayar dan tiba di daratan Cina pada saat Dinasti Sui berkuasa (581 M - 618 M).

Sumber lainnya menyebutkan, ajaran Islam pertama kali tiba di Cina ketika Sa'ad Abi Waqqas dan tiga sahabatnya berlayar ke Cina dari Ethopia pada tahun 616 M. Setelah sampai di Cina, Sa'ad kembali ke Arab dan 21 tahun kemudian kembali lagi ke Guangzhou membawa kitab suci Alquran.

Ada pula yang menyebutkan, ajaran Islam pertama kali tiba di Cina pada 615 M - kurang lebih 20 tahun setelah Rasulullah SAW tutup usia. Adalah Khalifah Utsman bin Affan yang menugaskan Sa'ad bin Abi Waqqas untuk membawa ajaran Illahi ke daratan Cina. Konon, Sa'ad meninggal dunia di Cina pada tahun 635 M. Kuburannya dikenal sebagai Geys' Mazars.

Utusan khalifah itu diterima secara terbuka oleh Kaisar Yung Wei dari Dinasti Tang. Kaisar pun lalu memerintahkan pembangunan Masjid Huaisheng atau masjid Memorial di Canton - masjid pertama yang berdiri di daratan Cina. Ketika Dinasti Tang berkuasa, Cina tengah mencapai masa keemasan dan menjadi kosmopolitan budaya. Sehingga, dengan mudah ajaran Islam tersebar dan dikenal masyarakat Tiongkok.

Pada awalnya, pemeluk agama Islam terbanyak di Cina adalah para saudagar dari Arab dan Persia. Orang Cina yang pertama kali memeluk Islam adalah suku Hui Chi. Sejak saat itu, pemeluk Islam di Cina kian bertambah banyak. Ketika Dinasti Song bertahta, umat Muslim telah menguasai industri ekspor dan impor. Bahkan, pada periode itu jabatan direktur jenderal pelayaran secara konsisten dijabat orang Muslim.

Pada tahun 1070 M, Kaisar Shenzong dari Dinasti Song mengundang 5.300 pria Muslim dari Bukhara untuk tinggal di Cina. Tujuannya untuk membangun zona penyangga antara Cina dengan Kekaisaran Liao di wilayah Timur Laut. Orang Bukhara itu lalu menetap di di antara Kaifeng dan Yenching (Beijing). Mereka dipimpin Pangeran Amir Sayyid alias 'So-Fei Er'. Dia bergelar `bapak' komunitas Muslim di Cina.

Ketika Dinasti Mongol Yuan (1274 M -1368 M) berkuasa, jumlah pemeluk Islam di Cina semakin besar. Mongol, sebagai minoritas di Cina, memberi kesempatan kepada imigran Muslim untuk naik status menjadi Cina Han. Sehingga pengaruh umat Islam di Cina semakin kuat. Ratusan ribu imigran Muslim di wilayah Barat dan Asia Tengah direkrut Dinasti Mongol untuk membantu perluasan wilayah dan pengaruh kekaisaran.

Bangsa Mongol menggunakan jasa orang Persia, Arab dan Uyghur untuk mengurus pajak dan keuangan. Pada waktu itu, banyak Muslim yang memimpin korporasi di awal periode Dinasti Yuan. Para sarjana Muslim mengkaji astronomi dan menyusun kalender. Selain itu, para arsitek Muslim juga membantu mendesain ibu kota Dinasti Yuan, Khanbaliq.

Pada masa kekuasaan Dinasti Ming, Muslim masih memiliki pengaruh yang kuat di lingkaran pemerintahan. Pendiri Dinasti Ming, Zhu Yuanzhang adalah jenderal Muslim terkemuka, termasuk Lan Yu Who. Pada 1388, Lan memimpin pasukan Dinasti Ming dan menundukkan Mongolia. Tak lama setelah itu muncul Laksamana Cheng Ho - seorang pelaut Muslim andal.

Saat Dinasti Ming berkuasa, imigran dari negara-negara Muslim mulai dilarang dan dibatasi. Cina pun berubah menjadi negara yang mengisolasi diri. Muslim di Cina pun mulai menggunakan dialek bahasa Cina. Arsitektur Masjid pun mulai mengikuti tradisi Cina. Pada era ini Nanjing menjadi pusat studi Islam yang penting. Setelah itu hubungan penguasa Cina dengan Islam mulai memburuk.

Masa Surut Islam di Daratan Cina

Hubungan antara Muslim dengan penguasa Cina mulai memburuk sejak Dinasti Qing (1644-1911) berkuasa. Tak cuma dengan penguasa, relasi Muslim dengan masyarakat Cina lainnya menjadi makin sulit. Dinasti Qing melarang berbagai kegiatan Keislaman.

Menyembelih hewan qurban pada setiap Idul Adha dilarang. Umat Islam tak boleh lagi membangun masjid. Bahkan, penguasa dari Dinasti Qing juga tak membolehkan umat Islam menunaikan rukun Islam kelima - menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah.

Taktik adu domba pun diterapkan penguasa untuk memecah belah umat Islam yang terdiri dari bangsa Han, Tibet dan Mogol. Akibatnya ketiga suku penganut Islam itu saling bermusuhan. Tindakan represif Dinasti Qing itu memicu pemberontakan Panthay yang terjadi di provinsi Yunan dari 1855 M hingga 1873 M.

Setelah jatuhnya Dinasti Qing, Sun Yat Sen akhirnya mendirikan Republik Cina. Rakyat Han, Hui (Muslim), Meng (Mongol) dan Tsang (Tibet) berada di bawah Republik Cina. Pada 1911, Provinsi Qinhai, Gansu dan Ningxia berada dalam kekuasaan Muslim yakni keluarga Ma.

Kondisi umat Islam di Cina makin memburuk ketika terjadi Revolusi Budaya. Pemerintah mulai mengendorkan kebijakannya kepada Muslim pada 1978. Kini Islam kembali menggeliat di Cina. Hal itu ditandai dengan banyaknya masjid serta aktivitas Muslim antaretnis di Cina.

Tokoh Muslim Terkemuka dari Tiongkok

Dominasi peran Muslim dalam lingkaran kekuasaan dinasti-dinasti Cina pada abad pertengahan telah melahirkan sejumlah tokoh Muslim terkemuka. Mereka adalah:

Pelaut dan Penjelajah
* Cheng Ho atau Zheng He: Laksamana Laut Cina yang menjelajahi dua benua dalam tujuh kali ekspedisi.
* Fei Xin: Penerjemah andalan Cheng Ho.
* Ma Huan: Seorang pengikut Ceng Ho.

Militer
* Jenderal pendiri Dinasti Ming: Chang Yuchun, Hu Dahai, Lan Yu, Mu Ying. * Pemimpin pemberontakan Panthay: Du Wenxiu, Ma Hualong.
* Kelompok tentara Ma selama era Republik Cina: Ma Bufang, Ma Chung-ying, Ma Fuxiang, Ma Hongkui, Ma Hongbin, Ma Lin, Ma Qi, Ma Hun-shan Bai Chongxi.

Sarjana dan Penulis
* Bai Shouyi, sejarawan.
* Tohti Tunyaz, sejarawan.
* Yusuf Ma Dexin, penerjemah Alquran pertama ke dalam bahasa Cina.
* Muhammad Ma Jian, penulis dan peberjemah Alquran terkemuka.
* Liu Zhi, penulis di era Dinasti Qing.
* Wang Daiyu, ahli astronomi pada era Dinasti Ming.
* Zhang Chengzhi, penulis kontemporer.

Politik
* Hui Liangyu, Wakil Perdana Menteri Urusan Pertanian RRC
* Huseyincan Celil, Imam Uyghur yang dipenjara di Cina
* Xabib Yunic, Menteri Pendidikan Second East Turkistan Republic
* Muhammad Amin Bughra, Wakil Ketua Second East Turkistan Republic

Lainnya
* Noor Deen Mi Guangjiang, ahli kaligrafi.
* Ma Xianda, ahli beladiri.
* Ma Menta, pengurus Federasi Wushu Tongbei Rusia.


SUMBER:
- REPUBLIKA ONLINE
-VIVA NEWS

Rabu, 02 Mei 2012

MENIKAHI NON MUSLIM

Menikah adalah ibadah
yang disunahkan
Rasulullah SAW.
Karena itu, kriteria
terpenting dalam
mencari pasangan
adalah din atau
agamanya,
sebagaimana hadis
yang diriwayatkan
Imam Bukhari, Dari
Abu Hurairah ra, Nabi
SAW bersabda, Wanita
itu dinikahi karena
empat hal, karena
hartanya, karena
keturunannya, karena
kecantikannya, dan
karena agamanya.
Maka, pilihlah karena
agamanya, niscaya
kamu akan beruntung.
(HR Bukhari-4700).
Imam Syafi'i
menerangkan, makna
karena agamanya
adalah orang yang
memiliki sifat adl (rasa
adil), ringan berbuat
taat dan kesalehan,
selalu menjaga
kesucian diri dari zina
dan kehormatan diri
dari yang diharamkan
Allah dan Rasul-Nya.
Menikahi wanita non-
Muslim ada dua
kemungkinan:
1. Wanita kitabiyah
(Yahudi dan Nasrani).
Halal hukumnya bagi
lelaki Muslim menikahi
wanita non-Muslim
dari kalangan Yahudi
dan Nasrani, dengan
dalil ayat berikut:
(Dan dihalalkan
mengawini) wanita-
wanita yang menjaga
kehormatan di antara
wanita-wanita yang
beriman dan wanita-
wanita yang menjaga
kehormatan di antara
orang-orang yang
diberi al-Kitab sebelum
kamu, bila kamu telah
membayar mas kawin
mereka dengan
maksud menikahinya,
tidak dengan maksud
berzina dan tidak
(pula) menjadikannya
gundik-gundik . (QS al-
Maidah [5]:5).
Imam Ibnu Taimiyah
pernah ditanyakan
tentang wanita
kitabiyah sekarang
apakah sama
hukumnya dengan
menikahi wanita
kitabiyah yang dulu?
Beliau menjawab, halal
hukumnya menikahi
wanita kitabiyah
sekarang berdasarkan
keumuman ayat 5
dalam surah al-
Maidah. Walau ada
riwayat yang shahih
dari Ibnu Umar
tentang kemakruhan
menikahi wanita
Nasrani karena mereka
telah meyakini bahwa
Isa putra Maryam
adalah anak Tuhan,
dan ini adalah kesyirik
an yang sangat besar,
namun riwayat Ibnu
Umar tersebut
bertentangan dengan
keumuman ayat yang
ada dalam surah al-
Maidah dan hadis lain
yang sahih. Walau
demikian, menurut
saya, menikahi wanita
Muslim yang beriman
jauh lebih baik
daripada menikahi
perempuan non-
Muslim, walaupun itu
menarik hati.
2. Wanita non-Muslim
yang non-kitabiyah,
haram hukumnya
menikahi mereka.
Berdasarkan dalil-dalil
berikut: ... Dan
janganlah kamu tetap
berpegang pada tali
(perkawinan) dengan
perempuan-
perempuan kafir ....
(QS al-Mumtahanah
[60]:10).
Disyariatkannya
lembaga pernikahan
dalam Islam adalah
demi
menyempurnakan
ketakwaan individu
menjadi ketakwaan
bersama antara
keluarga inti dalam
rumah tangga hingga
keluarga besar. Dan, di
antara misi pernikahan
yang menginginkan
rumah ku adalah
surgaku adalah
membentengi diri dan
seluruh keluarga dari
siksa neraka. (QS at-
Tahrim [66]:6).
Tidak semua laki-laki
Muslim punya
kompetensi untuk
menikah dengan
wanita non-Muslim,
mengingat kentalnya
misi tauhid dan
ketakwaan dalam
membangun rumah
tangga, bukan sekadar
kepentingan biologis
atau hasrat ingin
berpasangan semata
sehingga seorang
Muslim menikahi
wanita non-Muslim
dari kalangan
kitabiyah (Yahudi atau
Nasrani).
Juga ada syarat-syarat
lain yang harus
dipenuhi, di antaranya
adalah kejelasan niat
dalam membangun
keluarga bertakwa.
Suami harus berupaya
keras men jadi
perantara hidayah
Allah bagi istrinya,
untuk mengislamkan
istrinya. Selain itu, pria
Muslim harus
mengukur kemampuan
dirinya dalam
mengarungi bahtera
rumah tangga, dan
lainnya.
Pada hakikatnya, tidak
semua laki-laki boleh
menikahi wanita non-
Muslim mengingat
beratnya perjalanan
berumah tangga
dengan orang yang
berbeda jalan hidup.
Wallahu a'lam bisshawab.
Menikah adalah ibadah
yang disunahkan
Rasulullah SAW.
Karena itu, kriteria
terpenting dalam
mencari pasangan
adalah din atau
agamanya,
sebagaimana hadis
yang diriwayatkan
Imam Bukhari, Dari
Abu Hurairah ra, Nabi
SAW bersabda, Wanita
itu dinikahi karena
empat hal, karena
hartanya, karena
keturunannya, karena
kecantikannya, dan
karena agamanya.
Maka, pilihlah karena
agamanya, niscaya
kamu akan beruntung.
(HR Bukhari-4700).
Imam Syafi'i
menerangkan, makna
karena agamanya
adalah orang yang
memiliki sifat adl (rasa
adil), ringan berbuat
taat dan kesalehan,
selalu menjaga
kesucian diri dari zina
dan kehormatan diri
dari yang diharamkan
Allah dan Rasul-Nya.
Menikahi wanita non-
Muslim ada dua
kemungkinan:
1. Wanita kitabiyah
(Yahudi dan Nasrani).
Halal hukumnya bagi
lelaki Muslim menikahi
wanita non-Muslim
dari kalangan Yahudi
dan Nasrani, dengan
dalil ayat berikut:
(Dan dihalalkan
mengawini) wanita-
wanita yang menjaga
kehormatan di antara
wanita-wanita yang
beriman dan wanita-
wanita yang menjaga
kehormatan di antara
orang-orang yang
diberi al-Kitab sebelum
kamu, bila kamu telah
membayar mas kawin
mereka dengan
maksud menikahinya,
tidak dengan maksud
berzina dan tidak
(pula) menjadikannya
gundik-gundik . (QS al-
Maidah [5]:5).
Imam Ibnu Taimiyah
pernah ditanyakan
tentang wanita
kitabiyah sekarang
apakah sama
hukumnya dengan
menikahi wanita
kitabiyah yang dulu?
Beliau menjawab, halal
hukumnya menikahi
wanita kitabiyah
sekarang berdasarkan
keumuman ayat 5
dalam surah al-
Maidah. Walau ada
riwayat yang shahih
dari Ibnu Umar
tentang kemakruhan
menikahi wanita
Nasrani karena mereka
telah meyakini bahwa
Isa putra Maryam
adalah anak Tuhan,
dan ini adalah kesyirik
an yang sangat besar,
namun riwayat Ibnu
Umar tersebut
bertentangan dengan
keumuman ayat yang
ada dalam surah al-
Maidah dan hadis lain
yang sahih. Walau
demikian, menurut
saya, menikahi wanita
Muslim yang beriman
jauh lebih baik
daripada menikahi
perempuan non-
Muslim, walaupun itu
menarik hati.
2. Wanita non-Muslim
yang non-kitabiyah,
haram hukumnya
menikahi mereka.
Berdasarkan dalil-dalil
berikut: ... Dan
janganlah kamu tetap
berpegang pada tali
(perkawinan) dengan
perempuan-
perempuan kafir ....
(QS al-Mumtahanah
[60]:10).
Disyariatkannya
lembaga pernikahan
dalam Islam adalah
demi
menyempurnakan
ketakwaan individu
menjadi ketakwaan
bersama antara
keluarga inti dalam
rumah tangga hingga
keluarga besar. Dan, di
antara misi pernikahan
yang menginginkan
rumah ku adalah
surgaku adalah
membentengi diri dan
seluruh keluarga dari
siksa neraka. (QS at-
Tahrim [66]:6).
Tidak semua laki-laki
Muslim punya
kompetensi untuk
menikah dengan
wanita non-Muslim,
mengingat kentalnya
misi tauhid dan
ketakwaan dalam
membangun rumah
tangga, bukan sekadar
kepentingan biologis
atau hasrat ingin
berpasangan semata
sehingga seorang
Muslim menikahi
wanita non-Muslim
dari kalangan
kitabiyah (Yahudi atau
Nasrani).
Juga ada syarat-syarat
lain yang harus
dipenuhi, di antaranya
adalah kejelasan niat
dalam membangun
keluarga bertakwa.
Suami harus berupaya
keras men jadi
perantara hidayah
Allah bagi istrinya,
untuk mengislamkan
istrinya. Selain itu, pria
Muslim harus
mengukur kemampuan
dirinya dalam
mengarungi bahtera
rumah tangga, dan
lainnya.
Pada hakikatnya, tidak
semua laki-laki boleh
menikahi wanita non-
Muslim mengingat
beratnya perjalanan
berumah tangga
dengan orang yang
berbeda jalan hidup.
Wallahu a'lam bisshawab.

Senin, 16 April 2012

AWAS HACKER

Ada beberapa modus yang
menyebabkan email, YM dan FB
dapat dibobol orang. Pertama,
pembobolan dengan cara recovery
password. Modus ini dilakukan
dengan melakukan recovery terhadap password seseorang.
“Kelemahan akun di Indonesia
karena kebanyakan gratis
securitynya jadi lemah. Ini
ditambah
kecerobohan kita dalam membuat security question yang mudah
ditebak orang," kata Ruby
Alamsyah, Pakar Informasi dan
Teknologi kepada VIVAnews saat
dihubungi melalui telepon. "Seperti
misalnya nama anak kita siapa, suami kita siapa. Selain itu,
kita juga sering menaruh quote-
quote pribadi kita dalam sebuah
akun seperti facebook, blog atau
yang lainnya. Hal inilah yang
kemudian menjadi faktor mudahnya
akun kita dibobol oleh seseorang,"
Ruby menjelaskan. Kedua,
Thising. Modus ini dilakukan
melalui penyediaan link palsu.
Biasanya penyedia melakukan olah
wacana yang bertujuan untuk
menarik minat pengguna akun
yang
lain untuk mengunjungi link
tersebut. “Begitu kita 'tertipu' masuk ke link ini,
seluruh data kita termasuk
password
dapat dengan mudah terbaca.
Modus yang kedua ini
presentasenya memang lebih sedikit
dari pada modus yang pertama,”
ucap Ruby. Ketiga, Filoger.
Kebanyakan melalui soft ware.
Modus ini lebih banyak
dilakukan melalui email atau komputer di tempat publik. “Untuk
modus ini, lebih banyak
kejadian melalui komputer-
komputer
umum atau publik seperti warnet,
kantor dll. Cara si pembobol dengan
memasang sebuah soft ware untuk
membaca akun-akun korban,”
ujarnya. Modus yang keempat
adalah Sniver. Menurut Ruby,
modus ini dilakukan melalui penyadapan
jaringan atau sinyal internet yang
lewat. Namun presentasi dari
modus
keempat ini sangat sedikit di
Indonesia.(umi) © VIVAnews

EXOTISNYA UMBUL SENJOYO













TTaman Wisata Umbul Senjoyo terletak di Desa Tegalwaton Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Tepatnya 5 kilometer sebelah selatan dari arah kota Salatiga,lalu ke timur sekitar 1,5 km. Berada pada ketinggian sekitar 650 mtr di atas permukaan laut membuat udara terasa sejuk dan dingin-dingin empuk.
Jalan menuju ke lokasi sudah lumayan enak bisa dengan roda empat bahkan bis. sayangnya belum ada angkutan umum menuju lokasi.
Sebagai alternatif wisata yang masih alami dapat dikunjungi kapan saja secara gratis,kecuali pada even padusan menjelang puasa dan even malam selikuran pada bulan puasa, yang akan dikenakan retribusi murah meriah.
Umbul senjoyo menyajikan mandi gratis sepuasnya bahkan sampai 24 jam non stop dengan kolam renang alami sederhana,bumi perkemahan,obyek cuci mata pemandangan alami dengan latar belakang gunung merbabau dan pohon2 tuir (tua banget gitu loh). di lokasi tersebut anda bisa jajan dengan harga murah mriah mulai dari jagung bakar,sate,bakwan selada air dll.pada hari2 tertentu ada wisata kejawen seperti limolasan (berendam di air pada malam bulan purnama), juga pengajian.
Sayangnya pemerintrah setempat belum mengoptimalkan kawasan wisata ini,seperti penataan kawasan kuliner,menyiapkan jajanan maupun minuman khas yang membuat kangen,penyiapan lahan parkir roda dua dan lain2. tapi rugi lo kalau anda belum pernah ke tempat ini.YUKK KE SANA

Minggu, 15 April 2012

BERKOMUNIKASI DENGAN SI BUAH HATI YANG MULAI REMAJA

Anak Anda Beranjak Remaja? Ini
Cara Berkomunikasi yang Pas
REPUBLIKA.CO.ID,
Punya anak yang
beranjak remaja
ternyata butuh strategi sendiri. Maklum, mereka
sedang dalam masa transisi
pencarian jati diri. Jika orang tua
terlalu keras, anak bisa-bisa
mencari oase di luar rumah.
Namun, bila terbilang longgar, dampaknya pun tidak lebih baik. Si
remaja ini amat mungkin juga
terjerumus dalam pergaulan
bebas. Bagaimana menghadapi
ini?
Psikolog anak, Elly Risman Musa, menyarankan, untuk gaul dengan
anak-anak remaja yang orang tua
butuhkan bukan hanya
pengetahuan tentang apa-apa
yang sedang in pada kehidupan
anak remaja. Yang paling penting adalah sikap kita sebagai orang
tua. Sebagai orang tua remaja,
kita harus mengontrol emosi dan
menempatkan diri sebagai sahabat
untuk mereka. Dengan sikap
menerima, remaja merasa dipahami dan secara
otomatis mereka akan terbuka
pada orang tua. Hindari kata-kata
menduga terlalu jauh seperti
''Kamu pasti sudah menonton VCD
porno. Teman-temanmu kelihatannya anak-anak nakal!!''
''Bangunlah kepercayaan remaja
pada orang tua sehingga mereka
aman dan nyaman berbicara pada
kita,'' ujar Elly. Sesungguhnya,
lanjutnya, mereka memiliki banyak masalah dan membutuhkan teman
bicara yang dapat menjadi
pendengar yang baik. Jika orang
tua menjadi teman curhat remaja
berarti Anda menjadi orang tua
yang gaul. Anak akan berbicara dengan
bahasa atau kata-kata yang biasa
mereka gunakan dengan teman.
Jika orang tua kurang paham,
orang tua dapat bertanya tentang
makna bahasa mereka. Secara langsung Anda mengetahui istilah-
istilah mereka. Makin banyak Anda
kenal dan
sesekali menggunakan kata-kata
itu, anak makin merasa dekat
dengan orang tua. Selanjutnya kita benar-benar menjadi sahabat
remaja.

HADITS DLAIF DI SEKITAR KITA

Dalam kehidupan
sehari-hari, hadis-
hadis dlaif, bahkan palsu masih sering dijadikan dalil
oleh sebagian umat Islam. Sejumlah pakar hadis telah
membongkar dan membuktikan
bahwa sejumlah hadis yang
masyhur di kalangan umat Islam
ternyata hadits dlaif bahkan hadis palsu. Ahli Hadis terkemuka, Muhammad Nashruddin al-Albani dalam kitab Silsilatul-Ahaadiits adh-Dhaifah wal
Maudhu'ah wa Atsaruhas-Sayyi' fil-
Ummah, dan Ahli Hadis
terkemuka di Tanah Air, Prof KH Ali Mustafa Ya’kub dalam buku Hadis- Hadis Bermasalah telah
mengungkap sejumlah hadis dlaif
dan palsu yang begitu masyhur di
kalangan umat Islam. Berikut
beberapa hadis terkenal
yang ternyata hanyalah hadis palsu.
• ‘’Agama adalah akal.
Siapa yang tidak memiliki agama, tidak ada akal baginya.’’ Menurut
Albani, hadis tersebut batil munkar.
‘’Menurut saya, kelemahan hadits tersebut terletak pada seorang
sanadnya yang bernama Bisyir.
Dia ini majhul (asing/tidak
dikenal),’’ paparnya. Ibnu Qayyim
dalam kitab al-Manaar, hadis-hadis yang berkenaan dengan akal semuanya dusta belaka. •
‘’Tuntutlah ilmu sekalipun ke
Negeri Cina." Menurut dia, riwayat
ini batil. KH Ali Mustafa Ya’kub
menyatakan hadis itu palsu. •
‘’Perbedaan (pendapat) umatku adalah rahmat’’. Menurut Kiai Ali
Mustafa Ya’kub, hadis itu tak
memiliki sanad. “”Boleh jadi, hadis
itu adalah sejenis kata-kata
mutiara,’’ ujar Guru Besar Ilmu
Hadis pada Insitut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta. Alabani menyebut
hadis itu tak ada sumbernya. •
‘’Kefakiran hampir menjadi
kekafiran, dan kedengkian itu
hampir mendahului takdir.’’ Hadis
itu, menurut Kiai Ali Mustafa Ya’kub sudah mendekati maudhu’
alias palsu, sebab dalam sanadnya terdapat seorang perawi yanglemah sekali.
• Rasulullah SAW bersabda :
“Barangsiapa menunaikan haji ke Baitullah dan tidak berziarah
(mengunjungiku) maka ia telah
menjauhiku.” Menurut Albani
hadis ini maudhu’. Selain contoh di atas masih banyak lagi hadis-hadis palsu lainnya yang begitu mashyur di tengah-tengah umat. karenanya, para ahli hadis selalu
mengingatkan agar umat Islam
selektif dalam menggunakan
hadis. Red: Heri Ruslan CATATAN:
- hadits shahih, adalah hadis yang memang betul2 sanad(mata rantai riwayat)nya sampai pada kanjeng Rosulullah saw. Selain hadis shahih diragukan apakah bersumber dari Kanjeng Rosulullah saw atau bukan.
-Tukang kliping lebih suka
mengatakan kata2 mutiara yang
dikira hadits daripada mengatakan
hadits palsu selama senafas
dengan alqur-an.